Jumat, 30 November 2007

Dokumentasi Raker MYCOM

Kerja Besar Untuk Perubahan Besar. Demikianlah tema yang diusung oleh Muslim Youth Community (MYCOM) Kabupaten Banggai dalam Rapat Kerja yang diadakan hari Ahad (18/11) kemarin di SMA Negeri 3 Luwuk. MYCOM adalah sebuah lembaga masyarakat yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya pemuda, khususnya pelajar muslim, dalam membentuk kepribadian muslim yang produktif dan kontributif terhadap perbaikan kondisi masyarakat di Kabupaten Banggai.

Rapat Kerja MYCOM kemarin dibuka oleh Sekretaris MYCOM, Mariyani Lamada, menggantikan ketua MYCOM yang berhalangan hadir karena sakit. Dalam sambutannya, Mariyani mengatakan bahwa dibutuhkan pengorbanan yang maksimal dari setiap anggota MYCOM dalam menjalankan amanahnya. Kemudian diikuti dengan sambutan dari Anggota Dewan Penasehat MYCOM, Bapak Nurchoolish Sinung Yuana S.Pd. yang juga merupakan guru SMA Negeri 3 Luwuk. Beliau berpesan agar MYCOM ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap perbaikan dunia remaja di Kabupaten Banggai ini, khususnya bagi para pelajar yang, menurut beliau, makin hari makin memprihatinkan saja.

Acara dilanjutkan dengan siraman rohani yang dibawakan oleh Bapak Joko Maryono. Beliau adalah Kasubbag Umum KPPN Luwuk. Beliau memaparkan tentang urgensi dan peran pemuda dalam Islam. Dikatakan bahwa pemuda memiliki tiga peran krusial sebagai kontribusinya bagi perbaikan masyarakat. Tiga peran itu adalah bahwa pemuda sebagai generasi penerus, pemuda sebagai generasi pengganti, dan pemuda sebagai generasi pembaharu. Tiga elemen dasar inilah yang harus dijadikan semangat yang harus selalu dikembangkan oleh MYCOM Kabupaten Banggai dalam menjalankan program kerjanya.

Memasuki sesi pemaparan program kerja, setiap bidang yang ada di MYCOM harus menjelaskan jobdesk bidangnya masing-masing sebelum memaparkan program kerja yang telah disusunnya untuk dua tahun ke depan. Pemaparan jobdesk dan program kerja ini dimulai oleh Pengurus Harian, mulai dari pemaparan profil MYCOM, program kerja sekretaris dan bendahara.

Dilanjutkan dengan pemaparan program kerja dari bidang PSDM yang dibawakan oleh Bahidin S.Hut. selaku koordinator bidang PSDM MYCOM, Wahid Nugroho selaku wakil koordinator, dan Saiful Dengo selaku anggota.

Dalam kesempatan ini, PSDM menegaskan visinya yakni untuk mewujudkan barisan kader dakwah dari kalangan pelajar yang memiliki kepribadian yang Islami, kemampuan ilmiah dan dakwah, keterampilan individu dan kolektif, serta kemampuan bermasyarakat yang memadai untuk mulai mengelola dakwah di sekolah dan masyarakat. Visi ini kemudian dijadikan sebagai acuan bagi bidang PSDM dalam menyusun beberapa agenda utamanya seperti penyusunan silabus dan kurikulum mentoring, pelatihan-pelatihan yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas akademis pelajar seperti Quantum Learning, Quantum Teaching, dan Belajar Efektif, kemudian Mentoring Super Camp, dan masih banyak lagi.

Adapun program unggulan dari bidang ini adalah program mentoring pelajar. Mentoring adalah sebuah kajian keislaman dalam skala kecil yang terdiri dari 5-12 orang dengan konsep fun, fresh, focus, dan friendly. Ke depannya, program ini ditargetkan sebagai program wajib sekolah dalam rangka perbaikan akhlak pelajar dan peningkatan kualitasnya ke arah yang lebih baik sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

Setelah sholat Dzhuhur dan makan siang, rapat dilanjutkan dengan pemaparan program kerja dari bidang Humas yang dibawakan oleh Sailudin selaku koordinator bidang Humas dan Faisal selaku anggota. Bidang Humas yang memiliki jargon "sosialisasi dan ekspansi" ini mengagendakan beberapa program seperti pembukaan jaringan dakwah melalui silaturahim serta turut aktif dalam penyelenggaraan event-event yang berhubungan dengan dunia pendidikan sebagai sarana untuk mensosialisasikan MYCOM di masyarakat.

Selain itu, bidang Humas mengharapkan agar sosialisasi MYCOM tidak hanya dilakukan melalui silaturahim di dunia nyata saja, yakni melalui pembuatan buletin dan artikel, akan tetapi juga dilakukan di dunia maya. Hal ini diwujudkan dengan pembuatan email dan situs resmi MYCOM dengan tujuan untuk melebarkan silaturahim MYCOM hingga ke seluruh nusantara, bahkan dunia. Program ini sekaligus sebagai wujud partisipasi dan kontribusi MYCOM dalam dakwah di pentas global.

Pemaparan program kerja yang terakhir adalah dari bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) yang dibawakan oleh Firnawati selaku koordinator. Bidang ini mengagendakan penelitian ke beberapa elemen pendidikan seperti pelajar dan sekolah melalui survey yang akan dilakukan secara berkala. Litbang juga memfokuskan programnya pada penyusunan database, baik pengurus dan pelajar, sebagai bahan untuk membuat profil MYCOM secara komprehensif. Program Libang lainnya yakni mengadakan pelatihan-pelatihan bagi pengurus MYCOM seperti pelatihan komunikasi, pelatihan mentor, dan pelatihan dakwah sekolah.

Rapat kerja ini berakhir pada pukul 15.00 WITA dengan kesimpulan agar MYCOM memperjelas target sekolah yang akan diajak bekerjasama untuk pelaksanaan dakwah sekolah. Selain itu, MYCOM juga diharapkan untuk dapat melakukan fund rising yang ditujukan untuk memperlancar kegiatan MYCOM ke depannya. Ke depannya, MYCOM berencana sebagai pionir dakwah sekolah berbasis pembinaan akhlak dengan kegiatan-kegiatannya yang khas, mencerdaskan, mencerahkan, dan mengikuti perkembangan zaman. Semua ini dibingkai apik dalam jargon yang dimiliki oleh MYCOM Kabupaten Banggai yakni "Be Religious, Be Smart, Be Cool". Semoga Allah meridhoi ikhtiar ini. Amin.

Disampaikan oleh Bidang Humas MYCOM Kabupaten Banggai

Kerja Besar Untuk Perubahan Besar

Sebuah Catatan Dari Rapat Kerja MYCOM Kab. Banggai
Oleh: Bidang Humas Muslim Youth Community Kabupaten Banggai


Seorang pemikir besar Islam bernama Hasan Al Banna mengatakan bahwa kunci perubahan sebuah bangsa dimulai dari perubahan generasi mudanya. Oleh karenanya, semangat inilah yang diusung Muslim Youth Community (MYCOM) Kabupaten Kabupaten Banggai dalam Rapat Kerja yang dilaksanakan pada hari Ahad (18/11) kemarin di SMA Negeri 3 Luwuk.

MYCOM adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang memiliki konsentrasi pada pembinaan akhlak generasi muda muslim, khususnya pelajar, di Kabupaten Banggai. Dengan motto "Be Religious, Be Smart, Be Cool", MYCOM memfokuskan kegiatannya pada peningkatan kualitas tiga aspek utama yang dimiliki oleh para pelajar, yakni aspek hati (religius), aspek akal (smart), dan aspek material (cool).

Hal ini sangatlah penting, karena posisi strategis yang dimiliki oleh pemuda, dalam hal ini pelajar, sebagai generasi penerus bangsa ini. Bahkan Hasan Al Banna berkata bahwa "Pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap pemikiran, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.” Sehingga, MYCOM menilai bahwa pembinaan generasi muda islam, khususnya pembinaan akhlaq dan kompetensi mereka, sangat diperlukan oleh sebuah bangsa yang mengharapkan masa depan lebih baik. Ini dikarenakan pemuda adalah iron stock sebuah generasi. Di tangan para pemuda inilah nasib bangsa ini dipertaruhkan, dua puluh atau tiga puluh tahun ke depan. Muhammad Anis Matta menyebut generasi muda ini sebagai energi peradaban yang mengalirkan sungai sejarah.

Adapun MYCOM berpendapat bahwa ada tiga peran strategis pemuda yang memengaruhi kontribusinya terhadap masa depan kita umat dan bangsa. Ketiga peran tersebut adalah, pemuda sebagai generasi penerus, pemuda sebagai generasi pengganti, dan pemuda sebagai generasi pembaharu. Tentu saja titik tekan peran ini adalah berorientasi kepada kebaikan dan perbaikan.

Pemuda sebagai generasi penerus adalah sebuah fungsi yang diwariskan oleh para pendahulunya berupa sistem dan nilai kepada generasi setelahnya. Fungsi ini sangat bergantung kepada kualitas generasi sebelumnya. Apabila generasi itu adalah generasi yang buruk, maka kualitas generasi sesudahnya pun juga akan buruk. Oleh karenanya, disinilah fungsi para orangtua, guru, dan praktisi pendidikan dalam melakukan transfer nilai yang positif kepada generasi penerus mereka, baik itu anak-anak maupun siswa. Jadi, bilamana ada keburukan yang melanda generasi muda sekarang ini, maka kepada para orangtua saya sarankan untuk berintrospeksi diri. Karena bisa jadi keburukan mereka terjadi karena kitalah yang berperan untuk mewariskan keburukan itu kepada mereka.

Yang kedua adalah peran pemuda sebagai generasi pengganti. Pemikiran ini kami sandarkan pada firman Allah dalam surat Al Maidah ayat 54 yang berbunyi bahwa kelak Allah akan menggantikan suatu kaum dengan kaum yang lebih baik darinya jika kaum yang digantikan itu telah melakukan keburukan-keburukan yang sukar untuk diperbaiki. Para pemudalah yang seharusnya memiliki saham terbesar dalam penggantian generasi tersebut. Dan ini lagi-lagi bergantung pada sejauhmana interaksi pemuda dengan kebaikan dan kebenaran dalam keseharian mereka.

Peran ketiga yang diemban pemuda adalah sebagai generasi pembaharu. Inilah yang sama-sama pernah kita saksikan melalui sejarah perjalanan bangsa ini dimana diwarnai oleh gerakan pemuda sebagai kaum reformer atas kejumudan (kepasifan) yang melanda generasi sebelumnya. Sejarah telah mencatat para generasi muda di tahun 1928, 1966, dan 1998 dalam mengusung perubahan di negeri ini. Kita mengenal Hasan Al Banna di Mesir, Fidel Castro dan Che Guevara di Kuba, Tito di Yugoslavia, serta Fahri Hamzah dan Mustafa Kamal di Indonesia. Merekalah tokoh-tokoh muda yang menjadi gerbong reformasi di negaranya masing-masing.

Ketiga peran utama itu jika tidak dibingkai dengan pedoman dan bimbingan yang benar, maka bisa dipastikan akan berubah ke arah yang buruk, yang tentu saja akan berefek jangka panjang bagi umat dan bangsa ini. Oleh karenanya, MYCOM Kabupaten Banggai mencoba untuk mengambil peran itu lewat beberapa program kerjanya yang sudah ditetapkan dalam Rapat Kerja beberapa hari yang lalu. Hal ini kami lakukan karena kecintaan kami kepada bangsa dan umat ini dan bukan demi mencari hal-hal selainnya. Adapun kontribusi yang MYCOM coba tawarkan adalah dengan program pembinaan yang memadukan unsur hati, akal, dan raga melalui sarana yang fun, fresh, focus, dan friendly, tentunya sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

Program tersebut akan dikemas sesuai dengan karakteristik dakwah di kalangan pemuda yang khas dan unik. Dalam hal ini, MYCOM berharap agar dapat terjalin kerjasama yang konstruktif dan produktif dengan pihak-pihak yang terkait seperti para praktisi pendidikan dan juga pemerintah, sehingga agenda ini dapat terealisir dengan baik.

MYCOM juga menyerukan kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Banggai yang masih peduli dengan kemajuan umat dan daerah ini di masa depan untuk mengambil posisi-posisi strategis terkait dengan pembinaan kualitas generasi muda kita, khususnya para pelajar. Harapannya, dari ikhtiar kita tersebut akan lahir generasi-generasi yang unggul dan memiliki kualitas moral yang baik. Karena kalau bukan kita, maka siapa lagi yang akan melakukannya? Ikhtiar inilah yang kami sebut sebagai "Kerja besar untuk perubahan besar". Semoga Allah swt meridhoi ikhtiar ini. Amin.

***